Hadapi Ancaman Kelud, Bupati Malang Minta Kesiapan Maksimal Lewat Gladi Posko
LENBARI.COM MALANG ||Bupati Malang, Sanusi, secara resmi membuka kegiatan Gladi Posko Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Kelud Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di halaman belakang Kantor BPBD Kabupaten Malang, Kamis (2/7) pagi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si yang juga menjabat sebagai ex officio Kepala BPBD Kabupaten Malang, Kepala Pelaksana BPBD, serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.
BACA JUGA :
Dalam sambutannya, Bupati Malang yang akrab disapa Abah Sanusi menegaskan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi bencana alam yang tinggi, salah satunya ancaman erupsi Gunung Kelud.
“Secara geografis dan geologis, Kabupaten Malang dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Namun di sisi lain, kita juga hidup di wilayah dengan potensi bencana yang tinggi. Salah satu ancaman nyata adalah aktivitas vulkanik Gunung Kelud. Bencana memang tidak bisa diprediksi, tetapi kesiapsiagaan adalah hal yang mutlak bisa kita persiapkan dan latih,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Malang dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan gladi posko tersebut. Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana sangat ditentukan oleh kecepatan, ketepatan, serta koordinasi yang efektif.
Melalui gladi posko ini, Bupati menekankan beberapa poin penting, di antaranya menguji dokumen rencana kontinjensi agar tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar aplikatif di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengasah alur koordinasi dan sistem komando saat menghadapi situasi darurat.
“Saat bencana terjadi, situasi sangat dinamis dan penuh tekanan. Gladi ini melatih fungsi komando, bagaimana informasi dikelola dan keputusan cepat diambil agar tidak terjadi tumpang tindih peran,” pesannya.
Lebih lanjut, Abah Sanusi juga menekankan pentingnya kesiapan manajemen logistik dan evakuasi. Melalui simulasi ini, diharapkan dapat memetakan jalur evakuasi, titik pengungsian, serta distribusi logistik secara lebih presisi.
Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama dengan pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, TNI/Polri, masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha.
“Jalani gladi posko ini dengan serius. Anggap simulasi ini sebagai kondisi nyata agar kesiapsiagaan kita benar-benar terasah. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dan menjauhkan Kabupaten Malang dari segala marabahaya,” ujarnya.
BACA JUGA :
Mengakhiri sambutannya, Bupati Malang secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Editor : David






