UMKM Lawang Terjepit Masalah, Perlu Sentuhan Nyata Agar Bangkit

0

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 46;

 

Malang lenbari.com ||Upaya penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Lawang terus menjadi perhatian. Hal ini disampaikan dalam paparan mengenai strategi pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerahdaerah diselenggarakan di pendopo Kecamatan Lawang pada Rabu ( 13/52026).

BACA JUGA :

Dugaan Pungli dan Jual Beli Lapak PKL Alun-alun Kota Batu Kian Menggurita, Korban Rugi Puluhan Juta

 

Zulham Akhmad Mubarrok menyampaikan, UMKM dinilai memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain sebagai penyerap tenaga kerja terbesar, UMKM juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, pencipta inovasi, hingga berkontribusi dalam sektor ekspor. Dengan potensi tersebut, pengembangan UMKM dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan,”ujarnya.

Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala. Dari sisi finansial, keterbatasan akses permodalan, tingginya bunga kredit, serta prosedur pinjaman yang rumit menjadi tantangan utama.
“Selain itu, banyak pelaku usaha yang belum memenuhi syarat perbankan (bankable) akibat lemahnya manajemen keuangan.

Di sisi non-finansial, persoalan juga muncul dalam hal keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pengetahuan teknologi produksi, serta lemahnya strategi pemasaran. Tidak hanya itu, kurangnya kerja sama antar pelaku usaha serta terbatasnya akses pasar ekspor turut memperlambat perkembangan UMKM.

 

 

Sejumlah faktor menjadi penyebab utama permasalahan tersebut, di antaranya belum optimalnya implementasi kebijakan pemerintah, ketidaksesuaian program dengan kebutuhan pelaku usaha, serta lemahnya keterkaitan antara UMKM dengan industri yang lebih besar.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, diperlukan langkah strategis yang terintegrasi. Upaya pemberdayaan dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas manajerial, kemudahan akses permodalan, serta penguatan kemitraan antara UMKM dengan usaha besar. Selain itu, pengembangan sentra industri kecil dan program pembinaan berbasis kelompok usaha juga dinilai efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM.

Sementara itu Kepala Desa Srigading Kecamatan Lawang mengatakan, Produk unggulan di desa kami kopi, jagung, singkong.
Harapan kami untuk mengurangi pengangguran di desa kami,mendapatkan suport dari DPRD “Kata Hadhori Kepala Desa Srigading.

BACA JUGA :

Sportivitas dan Prestasi Bersatu di Penutupan Kejuaraan Renang Divif 2 Kostrad

 

Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, UMKM di Kecamatan Lawang diharapkan mampu berkembang lebih optimal dan menjadi tulang punggung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Hadir Anggota DPRD Kabupaten Malang Dofic Soroanggomo, SE, Busilan, SH, Zulham Akhmad Mubarrok , Camat Lawang, Kepala Desa dan Para UMKM.
Editor : David

 

Tinggalkan Balasan