Tergiur Investasi Online, Puluhan Orang Lapor Polisi
Kediri, Lensa Barometer Indonesia||Investasi gelap berkedok trading online atau arisan, terus membawa korban. Hal ini terlihat ketika puluhan orang yang mengaku jadi korban investasi bodong melaporkan ke Polres Kediri Kota, Kamis (8/12).
BACA JUGA:
Kapolres Kediri Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak
Mereka melaporkan pengelola dan penanggung jawab Sugih Berkah Trade (SBT) karena mengaku sudah tidak mendapatkan imbal hasil dari uang yang telah diinvestasikan. Dari profil surat kontrak, SBT bergerak dalam usaha perdagangan berbasis online.
Sesuai surat kontrak pemilik modal mendapatkan keuntungan atau profit sebesar 10 persen dari uang yang diinvestasikan. Nilai jumlah modal yang disetor menggunakan kurs USD atau dolar Amerika. Pada surat kontrak, penanggung jawab SBT adalah Juha Irawadi sedangkan koordinator penerima modal Moch Ihyak Ulumuddin, pengelola ponpes di Kabupaten Kediri.
Veni Herdiana, perwakilan korban SBT menjelaskan, ia menginvestigasi uang ratusan juta dalam beberapa surat kontrak. “Saya melaporkan koordinator SBT karena melakukan dugaan penipuan investasi trading,” kata Veni kepada sejumlah awak media.
Korban mengaku rugi sampai Rp 125 juta dari sejumlah kontrak investasi dengan SBT. Kasus dilaporkan polisi karena modal investasi yang disetor tidak dapat diambil. “Ketika saya minta kembalikan modalnya sampai sekarang masih nol alias tidak ada,” jelasnya.
Dari satu orang koordinator saja, ada korban puluhan orang dengan nilai investasinya mencapai Rp 20 miliar lebih. Para korban sudah berupaya menarik modal yang disetor sejak 8 bulan silam, namun sampai sekarang masih belum diberikan. Padahal sebelumnya pengelola berjanji modalnya aman. “Katanya mau diminta sewaktu- waktu 5 menit langsung ditransfer,” jelasnya.
Pengelola SBT mulai wanprestasi tidak memberikan profit kepada penyetor modal sejak April 2022.
Pengelola dan penanggung jawab beralasan kesulitan menarik uang USD menyusul terjadinya perang Rusia dengan Ukraina.
Juga beralasan bahwa broker investasi trading dari Rusia, sehingga tidak bisa menarik dana USD karena dibatasi dari awalnya USD 10.000 per hari menjadi USD 1.000 per hari.
Para penanam modal investasi SBT mengaku tidak mengetahui penanggung jawab SBT Juha Irawadi, karena selama ini hanya berhubungan dengan Moch Ihyak Ulumuddin yang dikenal sebagai pengasuh ponpes dan tokoh masyarakat.
Sementara itu, Moch Ihyak Ulumuddin, koordinator SBT belum bisa dikonfirmasi dan membalas pesan melalui WhatsApp. Saat dikontak meski ada nada sambung namun tidak diangkat. (fn)






