Menyoroti Kesejahteraan Suporter: Rekomendasi “Bermartabat = Untung” ke PSSI dan PT LIB
Malang lenbari.com ||Ketua Panitia Pelaksana menyoroti aspek ekonomi dan kesejahteraan suporter. Ia memaparkan konsep terobosan “Suporter Bermartabat = Suporter Untung” yang menjadi salah satu poin rekomendasi utama untuk PSSI dan PT LIB.
BACA JUGA:
Bupati Malang Tegaskan Kinerja dan Integritas dalam Pelantikan Pejabat
“Selama ini narasi yang dibangun selalu soal sanksi dan denda. Kami ingin mengubah paradigma itu. Kami merekomendasikan agar uang denda disiplin klub dialihkan menjadi dana subsidi tiket bagi suporter yang berkelakuan baik
rekomendasi seminar ini menuntut adanya definisi yang jelas tentang “Suporter Bermartabat”.
Syaratnya ketat: harus terdata dalam database klub (Single ID), memiliki rekam jejak nihil sanksi selama satu musim, dan telah mengikuti edukasi.
“Jika suporter tertib, klub hemat biaya pengamanan dan bebas denda. Penghematan itu harus dikembalikan ke suporter dalam bentuk diskon tiket. Ini adalah ekonomi berkelanjutan. Jadi, menjadi tertib itu secara finansial menguntungkan,” jelas nya.
*5 Poin Rekomendasi Strategis*
Dalam seminar tersebut, forum menyepakati 5 poin rekomendasi strategis yang akan diserahkan langsung kepada PSSI dan Pemerintah:
1. Pemerintah: Integrasi kurikulum suporter di sekolah dan penyediaan fasilitas stadion ramah anak.
2. PSSI: Penetapan regulasi baku “Indikator Suporter Bermartabat” dan skema pengalihan denda menjadi subsidi pembinaan.
3. PT LIB: Penerapan sistem smart ticketing berjenjang (subsidi) dan jadwal kick-off ramah pelajar.
4. Klub: Wajib melakukan verifikasi database suporter (Know Your Customer) dan program Club Goes to School.
5. Wadah Suporter: Mendorong legalitas badan hukum (Koperasi/Yayasan) untuk pengelolaan bisnis dan tiket yang transparan.
BACA JUGA :
Semeru meluluh lantakan harta benda warga, TNI bantu mencari
“Kami berharap apa yang dimulai di Pendopo Kabupaten Malang hari ini menjadi bola salju perubahan untuk sepakbola Indonesia. Aremania siap menjadi contoh.
Editor : David






