Peningkatan Kapasitas Kader Dapur Sehat Atasi Stunting di Kecamatan Lawang Malang
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;
Lenbari.com Malang ||Upaya percepatan penanganan stunting terus diperkuat melalui kegiatan peningkatan kapasitas kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dan kader PKK bergizi di wilayah Kecamatan Lawang, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Dr. Miskat, yang menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang dipicu oleh kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang selama masa pertumbuhan anak.
BACA JUGA :
FGD Randuagung Dorong Kolaborasi Petani dan Akademisi, Bahas Potensi hingga Solusi Pertanian Desa
“Stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar deviasi nasional. Dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan kognitif secara permanen,” ujar Miskat.
Ia menjelaskan, dampak jangka panjang stunting sangat kompleks, mulai dari terhambatnya kecerdasan, menurunnya sistem kekebalan tubuh, hingga meningkatnya risiko penyakit degeneratif di masa dewasa.
Lebih lanjut, Miskat menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui program DASHAT. Menurutnya, program ini merupakan inisiatif strategis dari BKKBN dalam mendorong pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting.
“DASHAT bukan sekadar program bagi-bagi makanan gratis, tetapi menjadi sarana transfer ilmu agar masyarakat mampu menyediakan pangan bergizi secara mandiri dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut program DASHAT yang telah berjalan selama lima bulan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan, kader PKK, dan kader desa menjadi kunci dalam menekan angka stunting di wilayah Lawang.
“Melalui kolaborasi ini, aspirasi dan persoalan di lapangan dapat disampaikan langsung kepada wakil rakyat, sehingga mampu menjadi motivasi dan dorongan semangat bagi para kader,” ungkap Nur Soleh.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2024–2029, di antaranya Fakih Pilihan, Aris Waskito, dan Syaiful Rosyid, serta jajaran PKK Kecamatan Lawang.
BACA JUGA :
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo Lantik 80 Pejabat, Tekankan Sistem Merit dan Kinerja ASN
Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, diharapkan para kader mampu menjadi ujung tombak dalam edukasi gizi serta pencegahan stunting berbasis keluarga dan potensi lokal di Kabupaten Malang.
Editor : David






