Warga Jember Curhat Kepada Kejaksaan,Polres,dan Bupati
Jember, Lensa Barometer Indonesia- Kali ini tim jurnalis bertemu dengan seorang nenek 69 tahun dengan nama Absari yang ketika itu duduk disebelahnya seorang laki-laki yang merupakan anak kandung si Nenek.
Anak dan seorang nenek tersebut bertempat tinggal di Rt 01 Rw 9 dusun Kojuk Desa Sukokerto Kecamatan Sukowono kabupaten Jember
BACA JUGA:
Polres Malang Berhasil Ungkap Kasus Korupsi ADD ,Oleh Perangkat Desa Kalipare Kabupaten Malang
Saat anaknya curhat kepada tim Media mengenai musibah yang menimpa keluarganya itu, Si ibu tidak bisa menahan air mata kesedihannya.
Sang ibu mengatakan bahwa ia merasa terpukul batinnya dengan adanya tanah yang dia punya tiba-tiba dijual sedangkan kayu sengon yang ia tanam di rusak oleh oknum penambang yang menurutnya kebal Hukum.
Usut punya Usut, Anak dari seorang Nenek tersebut memulai curhatannya dengan mengatakan tanaman kayunya di rusak oleh penambang yang akrab disapa Har Tentrem,” tuturnya
Kemudian ia melanjutkan ceritanya, “Tanah itu atas nama ibu saya (Natri- Nama KTP), dan sejak almarhum masih ada, tanah itu yang mengelola adalah ibu saya sampai 2019 kemaren. Tapi semenjak 2019 akhir, tanah itu sudah di kelola menjadi (Tambang Pasir) oleh Pak Har, yang menjual statusnya adalah anak angkat.” katanya
lebih lanjut ia menjelaskan. “Karena yang menanam pohon itu ibu saya, Pernah kemarin terkait semua itu di laporkan ke Polres Jember oleh ibu saya, Tapi hasilnya nol besar, Pihak Polres menolak lantaran berkas yang di ajukan sebagai bukti kepemilikan itu hanya bukti Surat Pembayaran Pajak Tanah.” ucapnya
lebih rinci ia katakan. “Tanah Gumuk dengan Persil :116, D, III. Luas 1080 m2. tersebut kebetulan memang belum di balik nama, jadi tetap atas nama nenek saya (Natri).” tandasnya Halili
“Pada saat ini, kami rakyat kecil sangat membutuhkan kepedulian dari Bupati,Polres, kejaksaan. agar rakyat kecil seperti saya juga mendapatkan keadilan tidak tertindas seperti ini.”
BACA JUGA:
Sementara itu, hingga pemberitaan ini tayang, awak media masih dalam tahap meminta tanggapan terkait tangis warga tersebut kepada instansi terkait di Jember. (Team)






