PROYEK DRAINASE TANPA PAPAN NAMA
Banyuwangi, lensa Barometer Indonesia || Dengan adanya proyek bangunan drainase siluman di Dusun Sepanjang wetan, Desa sepanjang, kecamatan Glenmore, kabupaten Banyuwangi, memicu emosi warga penerima manfaat, pasalnya, proyek tersebut justru di nilai merugikan warga setempat, selain bahan material yang tidak bermutu tersebut justru merusak bangunan drainase lama yang lebih baik dan telah berumur puluhan tahun nyatanya masih Kokoh hingga saat ini.
Mirisnya, proyek yang saat ini di laksanakan malah terkesan amboradul dan tidak memperhatikan mutu serta kuwalitas bangunan.kamis (2/6/2022)
BACA JUGA
Polsek Teluk Pakedai Amlah Tembak AB Diamankan Polsek Teluk Pakedai
Menurut tokoh warga dusun Sepanjang wetan RT 1 RW 2 Dan 6, SM mengatakan, ini proyek luar biasah, sudah tidak ada legalitas dari mana sumber anggarannya, siapa yang gerjakan,malah bagunan yang kokoh di bongkar, material batu nya di ambil, hasilnya malah bobrok, mana ada pasir selesai di aduk malah jadi lumpur,” Cibirnya
Setelah melakukan rapat kordinasi dengan warga, maka nanti kami selaku tokoh masyarakat akan berkirim kepada pihak pemerintah desa sepanjang prihal penolakan adanya proyek yang sangat jauh dari harapan warga.Maka setelah itu sudah wewenangan pemdes, kebijakan apa yang akan di ambil serta mencari tau asal muasal proyek tersebut milik siapa, dari dinas atau perseorangan, yang jelas kami semua merasa di rugikan, dari pada bagunan baru yang tidak bermutu seperti itu mending bangunan yang awal agar di kembalikan seperti semula,” jelas warga
Melalui Samsuri tokoh dan sekaligus pemerhati lingkungan, Kades Sepanjang Rojikin Membenarkan bahwa masih belum ada pihak pihak yang berkaitan dengan proyek tersebut datang ke desa.
” Mulai awal pekerjaan belum ada pihak yang datang ke desa, apalagi pemberitahuan akan proyek tersebut.”kata Samsuri menirukan kalimat dari kades Rojikin
Samsuri menambahkan“Ini warga yang bicara dan tau persis rutinitas para pekerja setiap harinya. Bahkan tadi warga dengan sendirinya memberhentikan pekerjaan tanpa ada yang mengakomodir, sebagai bentuk kekecewaan akan mutu yang jelas jelas tidak sesuai harapan,” jelasnya ketika di temui awak media di lokasi proyek bersama warga setempat.
Selain tentang mutu dan legalitas Samsuri meminta supaya segera mendapat kejelasan dari pihak mana proyek.
“Andaikan nanti proyek ini memang mengunakan anggaran pemerintah, apakah bisa di terima hasilnya dan bagaimana pertangung jawaban pihak – pihak terkait ketika hasil nya sudah tidak di terima oleh penerima manfaat,” pungkasnya (thom)






