BPBD Kabupaten Malang Verifikasi Kecamatan Tangguh Bencana di Lawang, Target Naik dari Pratama ke Madya
LENBARI.COM | MALANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi (verval) rencana pencanangan Kecamatan Tangguh Bencana di Pendopo Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat kelembagaan, koordinasi, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah kecamatan hingga desa dan kelurahan.
Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Verifikasi dan Validasi BPBD Kabupaten Malang yang telah hadir untuk melakukan penilaian sekaligus memberikan arahan terhadap kesiapan program di wilayahnya.
BACA JUGA:
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Verifikasi dan Validasi BPBD Kabupaten Malang yang telah hadir di Kecamatan Lawang. Apabila dalam penyampaian maupun kelengkapan data yang kami siapkan masih terdapat kekurangan, kami mohon bimbingan, arahan, serta masukan agar dapat segera kami perbaiki dan sempurnakan,” ujarnya.
Menurut Nur Soleh, kegiatan verifikasi dan validasi tersebut diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program Kecamatan Tangguh Bencana agar semakin berkembang dan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Ia juga berharap Kecamatan Lawang dapat meningkatkan capaian dari kategori Pratama menuju kategori Madya. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), dunia usaha, relawan, hingga masyarakat.
“Kami optimistis, dengan sinergi dan semangat kebersamaan, berbagai kekurangan yang masih ada dapat kita benahi bersama sehingga Kecamatan Lawang mampu mencapai hasil yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, S.Sos., M.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan verifikasi dan validasi merupakan bagian dari upaya percepatan penguatan kelembagaan serta kesiapsiagaan bencana di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang.
Ia menjelaskan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Poncokusumo. Dalam pelaksanaan kali ini, tim dibagi menjadi dua kelompok untuk menjalankan agenda verifikasi di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Lawang.
Menurut Sadono, program pencanangan Kecamatan Tangguh Bencana tidak hanya berorientasi pada pembentukan kelembagaan di tingkat kecamatan, tetapi juga mendorong penguatan Desa Tangguh Bencana dan Kelurahan Tangguh Bencana.
“Melalui program ini, kami berharap seluruh kecamatan di Kabupaten Malang semakin siap dalam melakukan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana secara terkoordinasi,” ungkapnya.
Sadono menambahkan, kesiapsiagaan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah kabupaten dan kecamatan, tetapi juga pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, serta relawan.
Karena itu, koordinasi, kelengkapan administrasi, penguatan kelembagaan, dan pemenuhan indikator penilaian menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi dan validasi.
Berdasarkan rencana yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pencanangan pada tingkat Kabupaten Malang dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026. Pelaksanaannya tetap menyesuaikan agenda dan ketentuan pihak terkait.
BPBD Kabupaten Malang berharap kegiatan verifikasi ini dapat menjadi sarana evaluasi bagi Kecamatan Lawang untuk mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.
Kapolsek Lawang Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan

Kapolsek Lawang, Polres Malang, Kompol H. Moh. Lutfi, S.H., M.Si., menyambut baik kedatangan Tim Verifikasi dan Validasi BPBD Kabupaten Malang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi dorongan moral bagi unsur Muspika dan seluruh komponen di Kecamatan Lawang untuk terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Ia menekankan bahwa antisipasi bencana membutuhkan koordinasi dan sinergi yang kuat antarlembaga agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat.
Kesiapsiagaan, lanjutnya, tidak cukup hanya dibangun melalui administrasi dan pembentukan kelembagaan, tetapi juga harus diwujudkan dalam komitmen bersama, kepedulian, serta kesiapan seluruh unsur untuk bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Dalam konteks tersebut, Muspika Kecamatan Lawang bersama berbagai komponen terkait menyatakan kesiapan untuk bergotong royong dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, termasuk mendukung upaya pemadaman kebakaran dan respons darurat sesuai dengan tugas serta kapasitas masing-masing.
Sinergi antara unsur pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa dan kelurahan, dunia usaha, relawan, serta masyarakat diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan dan meminimalkan risiko bencana.
Kehadiran Tim Verifikasi dan Validasi BPBD Kabupaten Malang juga diharapkan menjadi momentum untuk menjaga koordinasi secara berkelanjutan, sehingga kesiapsiagaan tidak hanya meningkat saat kegiatan berlangsung, tetapi tetap terpelihara dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
BACA JUGA:
Melalui kegiatan ini, Kecamatan Lawang diharapkan mampu melengkapi berbagai indikator yang diperlukan untuk meningkatkan kategori Pratama menuju Madya. Lebih dari itu, penguatan Kecamatan Tangguh Bencana diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang lebih tangguh, tanggap, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.(DVA)
Editor : David






