Buka Kades Cup Jambewangi, Sekjen PSSI: Dari Lapangan Desa Bisa Lahir Pemain Timnas

0

 

 

BANYUWANGI ,’ ” LENSA BARO METER INDONESIA,Open Tournament Sepak Bola Kades Cup Jambewangi 2026 resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Rudi Latif, di Lapangan Ombak Laut, Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (12/7/2026).

BACA JUGA:

PMJ FC Krikilan Juara Kades Cup II U-15 Usai Taklukkan Golden Gold FC Jambewangi Lewat Adu Penalti

 

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Sempu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta ratusan pecinta sepak bola yang memadati lapangan. Sebagai tanda dimulainya kompetisi, Rudi Latif bersama jajaran Forpimka Sempu melakukan tendangan pertama (kick off) yang disambut antusias para peserta dan penonton.

 

Dalam sambutannya, Rudi Latif mengapresiasi terselenggaranya Kades Cup Jambewangi sebagai bagian dari upaya pembinaan sepak bola di tingkat akar rumput. Menurutnya, turnamen seperti ini memiliki peran penting dalam menjaring bibit-bibit pemain berbakat sekaligus memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.

 

“Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga tentang membangun karakter, disiplin, serta semangat kebersamaan. Saya melihat antusiasme masyarakat Sempu sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting dalam membangun sepak bola yang lebih maju di Banyuwangi,” ujar Rudi.

 

Ia menegaskan bahwa kesuksesan sebuah turnamen tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, melainkan juga dari kualitas penyelenggaraan, sportivitas pemain, dan keamanan selama pertandingan berlangsung.

 

Karena itu, Rudi meminta panitia agar meningkatkan pengawasan dan kedisiplinan selama kompetisi digelar. Menurutnya, seluruh aspek penyelenggaraan harus berjalan sesuai aturan agar turnamen berlangsung tertib dan profesional.

 

“Panitia harus benar-benar disiplin dalam melakukan pengawasan. Mulai administrasi pemain, pelaksanaan pertandingan hingga keamanan di lapangan harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada hal-hal yang mencederai semangat sportivitas dan persaudaraan,” tegasnya.

 

Rudi juga memastikan bahwa PSSI membuka ruang koordinasi apabila terjadi kendala atau polemik selama turnamen berlangsung.

 

“Kami membuka pintu komunikasi seluas-luasnya. Jika ada persoalan selama kompetisi berjalan, silakan berkoordinasi dengan PSSI. Tujuan kita sama, yaitu menciptakan kompetisi yang sehat, berkualitas, dan mampu melahirkan pemain-pemain potensial untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tambahnya.

 

Menurut Rudi, kompetisi sepak bola di tingkat desa merupakan fondasi penting dalam pembinaan sepak bola nasional. Ia meyakini bahwa dari turnamen-turnamen seperti Kades Cup Jambewangi akan muncul pemain-pemain potensial yang suatu saat mampu bersaing di tingkat profesional bahkan membela Tim Nasional Indonesia.

 

Sementara itu, Camat Sempu yang turut hadir dalam pembukaan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Jambewangi, panitia pelaksana, dan seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.

 

Menurutnya, Kades Cup Jambewangi bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sarana mempererat persatuan masyarakat sekaligus wadah pembinaan generasi muda yang memiliki bakat di bidang sepak bola.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Antusiasme masyarakat yang begitu besar menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan semua kalangan,” ujarnya.

 

Camat Sempu berharap dari turnamen tersebut akan lahir pemain-pemain muda berbakat yang kelak mampu mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat regional maupun nasional.

 

“Kades Cup Jambewangi harus menjadi panggung lahirnya talenta-talenta sepak bola Banyuwangi. Jangan hanya mengejar gelar juara, tetapi jadikan kompetisi ini sebagai sarana belajar, mengasah kemampuan, dan membangun mental bertanding yang baik. Dari lapangan desa seperti ini bukan tidak mungkin akan lahir pemain-pemain hebat yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan seluruh pemain, ofisial, dan suporter untuk menjaga sportivitas serta keamanan selama turnamen berlangsung. Menurutnya, keberhasilan kompetisi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat.

 

“Panitia harus profesional, pemain harus menjunjung tinggi fair play, dan suporter harus memberikan dukungan yang positif. Jika semua dapat menjalankan perannya dengan baik, saya yakin turnamen ini akan berlangsung sukses dan menjadi kebanggaan masyarakat Sempu,” tegasnya.

 

Selain menjadi ajang pencarian bakat, Camat Sempu menilai turnamen tersebut juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya para pelaku usaha kecil dan UMKM yang mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama pertandingan berlangsung.

BACA JUGA:

DPRD Banyuwangi Siap Sidak PT Lonsum, Validitas Data CPCL Plasma dan Hak Warga Jadi Sorotan

 

Open Tournament Kades Cup Jambewangi 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif dan menghibur, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan sepak bola daerah, mempererat tali persaudaraan antarwarga, serta mendorong lahirnya generasi pesepak bola muda yang mampu mengharumkan nama Banyuwangi di masa mendatang(tim)

Tinggalkan Balasan