CV. Lang Buana Melaksanakan Dropping Bibit Tebu di Poncokusumo Sesuai Ketentuan, Capai Rata-rata 63 Ribu Mata Tunas per Hektare

0

 

Malang lenbari.com ||CV Lang Buana telah melaksanaan dropping (penyaluran) bibit tebu di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dipastikan telah berjalan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Penyuluh BPP Poncokusumo, Wahyu Lis Setyaningsih, S.P.

BACA JUGA :

Presiden Prabowo Subianto Panggil Bahlil Lahadalia, Tekankan Percepatan Energi Alternatif Nasional

 

Berdasarkan data lapangan, jumlah kolong tercatat sebanyak 115 titik dengan jumlah lonjor atau batang per kolong rata-rata mencapai 40 batang. Sementara itu, setiap lonjor memiliki rata-rata 14 mata tunas, dengan total label yang terpasang juga sebanyak 115.

Jika diakumulasikan, jumlah mata tunas yang didistribusikan di wilayah tersebut mencapai kisaran 62.000 hingga 63.000 mata tunas per hektare. Angka tersebut dinilai telah memenuhi bahkan sedikit melebihi standar yang ditetapkan, yakni 60.000 mata tunas per hektare.

“Data dropping di Kecamatan Poncokusumo sudah sesuai ketentuan. Bahkan ada sedikit kelebihan sebagai cadangan apabila terdapat bibit yang rusak atau tidak tumbuh optimal,” jelas Wahyu Lis Setyaningsih.

Ia juga menambahkan bahwa waktu pelaksanaan dropping telah disesuaikan dengan musim tanam yang diusulkan oleh petani, sehingga diharapkan dapat mendukung tingkat keberhasilan budidaya tebu secara maksimal.

Untuk musim tanam Juni 2026, dropping bibit tebu di wilayah Poncokusumo telah terealisasi seluas 10 hektare. Sementara itu, untuk sisa kebutuhan lahan, penyaluran bibit dijadwalkan akan dilanjutkan pada periode Oktober hingga November 2026.

“Untuk tahap awal di Poncokusumo sudah dilakukan dropping seluas 10 hektare untuk musim tanam Juni. Sisanya akan menyusul pada Oktober hingga November 2026,” tandasnya.

BACA JUGA :

Program Bongkar Ratoon Tebu 2026 di Malang Diperketat, Validasi Lahan hingga Pengawasan Dana Jadi Sorotan

 

 

Imam Syafi’i yang mewakili CV Lang Buana menambahkan, Program dropping bibit tebu ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional, khususnya di wilayah Malang Raya yang dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan komoditas tersebut. Dengan ketepatan jumlah dan waktu tanam, diharapkan hasil panen petani dapat lebih optimal dan berkelanjutan,”ujarnya pada lenbari.com Rabu (17/6/2026)

BACA JUGA :

FGD Randuagung Dorong Kolaborasi Petani dan Akademisi, Bahas Potensi hingga Solusi Pertanian Desa

 

Editor : David

Tinggalkan Balasan