Utamakan Masyarakat Jaga Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan Untuk Menekan Angka Kematian DBD
Malang Lensa Barometer Indonesia||Untuk menekan angka kematian pada kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD)di Kabupaten Malang yang sampai saat ini sudah mengakibatkan 4 orang meninggal, Dinas Kesehatan terus memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat pola hidup sehat dan bersih serta melakukan Fogging Nyamuk dilingkungan yang terdampak DBD.
Plt Dimas Kesehatan Kabupaten Malang, Mursyidah mengatakan, dalam kasus DBD di Kabupaten Malang, ada 4 orang meninggal dengan jumlah kasus mencapai angka 590 pada periode bulan Januari sampai Agustus 2022.
“Dari data yang ada, angka kasus DBD yang terbanyak ada di wilayah Kecamatan Tirtoyudo mencapai 61 kasus DBD, Pakisaji 52 dan Kepanjen 51 kasus, sedang yang meninggal ada di Kecamatan Ngajum 2 orang, Kromengan 1 orang dan Bululawang 1 orang,” kata Mursyidah saat dihubungi awak media, Kamis (1/9/2022).
Dinkes Kabupaten Malang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan semprot Fogging Nyamuk
“Untuk itu kami menghimbau pada masyarakat menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing dan melakukan semprot Fogging Nyamuk. Wabah DBD biasanya akan mulai meningkat saat pertengahan musim hujan, hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk karena meningkatnya curah hujan,” jelas Mursyidah.
Dari laporan kasus DBD disetiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang, Dinkes mencatat Puskesmas di Kecamatan Tirtoyudo yang terbanyak menerima pasien kasus DBD dengan jumlah pasien 95 orang, disusul Puskesmas Ngajum sebanyak 60 pasien dan Puskesmas Pakisaji 49 orang, sedangkan angka kasus terendah berada di Kecamatan Ngantang sebanyak 1 orang.
“Untuk Puskesmas yang merawat pasien BDB yang terbanyak Kecamatan Tirtoyudo sebanyak 95 pasien, Puskesmas Ngajum 60 dan Puskesmas Pakisaji 49 pasien, sedangkan Puskesmas yang menerima kasus DBD terendah adalah Puskesmas Ngantang hanya 1 orang pasien,” beber Mursyidah.
Mursyidah berharap kasus DBD di Kabupaten Malang ini bisa turun dan tidak ada lagi pasien yang meninggal.
“Harapan saya kedepan di kabupaten Malang tidak ada lagi pasien DBD meninggal dan kami akan terus memantau dan memberikan edukasi pada masyarakat untuk selalu hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan karena itu syarat utama kita bisa mengatasi kasus DBD ini,” pungkas Mursyidah.
8 Kesehatan yang terdiri dari 105 unit Klinik, 24 rumah sakit dan 39 Puskesmas,” pungkas Mursyidah.
(lenbari.com)






