IWB Apresiasi Pembukaan Pasar Induk Banyuwangi, Tapi Pengawasan Tak Berhenti

0

 

BANYUWANGI,” LENSA BARO METER INDONESIA| Pembukaan kembali Pasar Induk Banyuwangi pada Kamis (1/10/2026) mendapat apresiasi dari Info Warga Banyuwangi (IWB). Namun, dibukanya pasar tersebut tidak lantas membuat pengawasan terhadap kondisi pedagang dan fasilitas pasar berhenti.

BACA JUGA:

Lapak Hilang, Dugaan Pungli Menguat! Ketua DPRD Banyuwangi Didesak Turun Tangan

Pembukaan Pasar Induk Banyuwangi berlangsung dengan pengamanan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP. Sejumlah personel terlihat berjaga di beberapa titik, terutama di akses masuk kawasan pasar.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut hadir dalam agenda pembukaan. Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa pengoperasian pasar dilakukan secara bertahap dengan penataan dan verifikasi pedagang.

 

Ketua IWB Abi Arbain mengatakan, pembukaan pasar merupakan momentum penting bagi pedagang yang selama ini menunggu kepastian untuk kembali beraktivitas di lokasi tersebut.

 

Namun menurut Abi, pembukaan pasar harus menjadi awal pembenahan, bukan sekadar seremoni.

 

“Kami mengapresiasi Pasar Induk Banyuwangi akhirnya dibuka. Tetapi jangan sampai keberhasilan hanya diukur dari seremoni peresmian. Setelah pasar dibuka justru pekerjaan pemerintah semakin berat, karena sekarang pedagang dan masyarakat bisa melihat serta merasakan langsung bagaimana kondisi pasar sebenarnya,” ujar Abi.

 

Ia juga menyoroti informasi mengenai adanya sejumlah fasilitas yang disebut belum sepenuhnya rampung.

 

Menurut Abi, apabila masih terdapat pekerjaan atau fasilitas yang perlu disempurnakan, pemerintah dan pihak pengelola harus memberikan penjelasan secara terbuka.

 

“Kalau memang masih ada fasilitas yang belum selesai, katakan apa adanya. Mana yang sudah selesai, mana yang masih dikerjakan, siapa yang bertanggung jawab dan kapan target penyelesaiannya. Jangan sampai pedagang sudah diwajibkan beraktivitas, tetapi fasilitas pendukungnya belum optimal,” tegasnya.

 

Abi menekankan bahwa IWB tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak. Setiap informasi yang disampaikan pedagang akan dihimpun, diverifikasi, kemudian dikonfirmasi kepada pihak terkait.

 

“Kami tidak mencari-cari kesalahan. Tetapi kami juga tidak akan diam ketika ada pedagang yang mengeluhkan persoalan. Kalau ada laporan, kami cek datanya dan kami konfirmasi. Kalau benar, harus ada tindak lanjut. Kalau ternyata tidak benar, juga harus dijelaskan supaya tidak menjadi fitnah,” katanya.

 

Pemerintah Diminta Terbuka

 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebelumnya menyampaikan bahwa operasional pasar dilakukan secara bertahap. Sebanyak 560 pedagang yang telah melalui proses verifikasi dan validasi ditargetkan menempati lapak pada tahap awal.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebelumnya juga meminta pedagang menaati ketentuan dan menjaga kekompakan dalam menjalankan aktivitas perdagangan.

 

“Mohon nanti ditaati oleh para pedagang. Mari semua kompak dan guyub, dan jaga pasar ini bersama-sama,” kata Ipuk dalam agenda serah terima lapak.

 

Dari sisi pembangunan, pihak Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya menyatakan pembangunan Pasar Banyuwangi telah mencapai 100 persen dan memasuki masa pemeliharaan. Namun, masih terdapat proses penyempurnaan terhadap bagian tertentu berdasarkan hasil pengecekan.

 

Kondisi tersebut perlu diperjelas kembali, terutama untuk membedakan antara pekerjaan konstruksi yang telah selesai dengan pekerjaan penyempurnaan maupun fasilitas yang berkaitan dengan operasional pasar.

 

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan khusus dari pihak pengelola mengenai fasilitas apa saja yang disebut masih dalam tahap penyelesaian berikut target waktu penyelesaiannya.

 

IWB Tetap Buka Pengaduan

 

Abi menegaskan, setelah pasar dibuka, pengawasan publik justru harus semakin kuat. IWB tetap membuka ruang bagi pedagang yang menemukan persoalan di lapangan.

 

“Bagi kami, dibuka atau tidak dibuka bukan akhir pengawasan. Justru setelah dibuka pengawasan publik harus semakin kuat. Kami tetap menerima seluruh keluhan pedagang. Suara mereka akan kami tampung dan kami dorong untuk mendapatkan jawaban serta penyelesaian yang jelas,” pungkasnya.

 

IWB berharap pemerintah dan pengelola Pasar Induk Banyuwangi tidak hanya memastikan aktivitas perdagangan berjalan, tetapi juga responsif terhadap persoalan fasilitas, penataan lapak, akses, kebersihan, keamanan dan pelayanan.

 

Dengan demikian, pembukaan Pasar Induk Banyuwangi diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum untuk memastikan pasar benar-benar memberikan kepastian dan pelayanan yang layak bagi pedagang serta masyarakat.

 

IWB pun menegaskan akan terus menerima, memverifikasi dan mengawal setiap keluhan pedagang berdasarkan fakta di lapangan.

BACA JUGA:

HUT RI ke-81 di Sempu Banyuwangi Berlangsung Semarak, Warga Nikmati Jalan Sehat dan Hiburan

 

(Gus/*)

Tinggalkan Balasan