Tambang CV Adi Joyo Ditutup, Ratusan Warga Menjerit Tak Bisa Makan

0

Kediri, Lensa Barometer Indonesia.
Ratusan warga yang ada di lokasi tambang CV. adi Joyo sontak terperangah ketika Wakil Direktur Bagus Setyo mengatkan dalam pertemuan yang digelar di lokasi tambang CV Adi Joyo di desa Parerejo Kec Kunjang Kab. Kediri.

BACA JUGA:

Perumda Tirta Kanjuruhan Meningkatkan Pelayanan, Pembangunan SPAM dan Gedung Baru

Pertemuan yang dikemas dalam acara sosialisai dan suroan tersebut berubah dalam hitungan detik, saat mereka mendengar tambang yang selama ini menopang kehidupan ratusan perut keluarga mereka akan ditutup mereka sontak marah. Jumat (20/8).

Salah satu perwakilan dari warga Bambang (46) warga Sumberjo Kec Purwoasri saat dimintai komentarnya terkait akan ditutupnya tambang milik CV Adi Joyo mengatakan, kami tetap menolak kalau tambang ini ditutup. Sebab ratusan warga pekerja akan kelapan, apalagi anda tahu sekarang mus im pandemi corona dengan aturan ppkm yang ketat.

“Saat ini musim pandemi, pak Jokowi saja menggelontor masarakat agar bisa makan, la ini malah sumber kehidupan masyarakat kok ditutup. Urusan hukum yang melibatkan orang orang penting itu biar diurusi mereka, orang kecil seperti kami semua ini biarlah bekerja untuk bisa bertahan hidup,” tuturnya berang.

Ditambahkannya, ditutup boleh monggo ( silahkan) tapi hidupilah ratusan perut itu yang setiap hari butuh makan. ” Kalau karim mau nutup tambang ini silahkan temui kami disini, jelaskan,.karena kami juga punya jawaban,”ucapnya.

Wakil Direktur Bagus Setyo Nugroho yang pada saat itu ada dilokasi menuturkan bahwa, kedatangan saya tadi menyampaikan kepada masyarakat pekerja tambang, kalau akan ada penutupan tambang milik CV Adi Joyo.

“Warga dengan tegas memang menolak, namum kabar soal penutupan itu wajib saya sampaikan, walaupun pahit diterima mereka,” tutur Bagus.

Karena ini menyangkut kepentingan yang menyangkut harkat orang banyak, sepahit apapun harus saya sampaikan. Namun semua keputusannya tetap ditangan warga,imbuhnya.

Dilain pihak kasi Pidsus Polres Kediri Iptu Hendro saat dihubungi melalui telepone seluler bahwa pihaknya masih mendalami penanganan dumas dan belum ada perkembangan penutupan tambang.

” Nanti kalau ada perkembangan baru kita kabari mas,” kata Kanit Pidsus Hendro.

Senentara itu penasehat Hukun Burhanul Kharim, Prayogo Laksono SH saat dimintai komentarnya terkait dumas yang diluncurkan ke pihak Polres Kediri tentang penutupan tambang yang ada di Parerejo hanya berucap datar.

” Maaf ya mas kalau itu saya minta maaf, jangan dulu ya mas. Nanti ada waktunya kita ngomong masalah itu,” kata Prayogo SH.

Hingga berita ini diturunkan, warga masyarakat yang tadi sempat tegang dengan pemberitahuan yang diberikan oleh Bagus Setyo Nugroho terkait penutupan tambang, akhirnya bisa diredam, dan membubarkan diri untuk bekerja kembali.

Tinggalkan Balasan