Abdulloh Satar Kawal Normalisasi Irigasi Singosari, 180 Hektare Sawah Jadi Perhatian

0

 

MALANG, LENBARI.COM – Upaya memulihkan kelancaran irigasi bagi petani di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dilakukan melalui normalisasi saluran Sungai Klampok pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menyasar saluran yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi bertahun-tahun dan berdampak pada pengairan lahan pertanian seluas 180 hektare di Desa Watugede dan Desa Tamanharjo.

BACA JUGA:

Normalisasi Irigasi Sungai Klampok Rampung, Petani Lega dan Kades Jefry Sampaikan Terima Kasih

 

Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang, H. Abdulloh Satar, S.E., M.M., mengatakan normalisasi tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi petani yang selama kurang lebih 14 tahun menghadapi persoalan irigasi.

Menurutnya, sedimentasi yang menumpuk dan memadat menyebabkan kapasitas aliran air menyusut drastis. Jika sebelumnya kedalaman aliran mencapai lebih dari satu meter, kini hanya tersisa sekitar 30 sentimeter sehingga aliran air menuju lahan pertanian tidak berjalan lancar.

“Pagi ini saya bersama Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Yudi Hindharto dan Camat Singosari memimpin langsung pelaksanaan normalisasi sungai yang sudah lama dikeluhkan warga,” ujar Abdulloh Satar saat ditemui LENBARI.COM.

Ia menjelaskan, pengerjaan normalisasi tidak hanya menggunakan alat berat, tetapi juga melibatkan para petani dari Desa Watugede dan Tamanharjo. Mereka bergotong royong menarik sedimentasi yang berada di bawah jembatan jalur Surabaya–Malang, sebelum material tersebut diangkat menggunakan alat berat dan dimuat ke dalam dump truck untuk diangkut.

Abdulloh menyebutkan, endapan sedimentasi diperkirakan telah menumpuk selama bertahun-tahun. Proses pembersihan sebelumnya terkendala keberadaan bangunan pelat besi yang digunakan sebagai area parkir serta deretan 24 kios di sekitar lokasi.

“Persoalan ini menyangkut kebutuhan pengairan sekitar 180 hektare lahan pertanian. Aspirasi petani harus mendapatkan perhatian. Karena itu, saya memfasilitasi dan mengawal langsung pelaksanaan normalisasi dengan melibatkan organisasi perangkat daerah terkait,” tegasnya.

Sebagai Sekretaris Komisi III sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang, Abdulloh berharap normalisasi tersebut dapat mengembalikan fungsi saluran irigasi sehingga distribusi air ke persawahan lebih lancar, terutama di tengah kondisi kekeringan yang dihadapi petani.

Kegiatan ini juga menjadi contoh pentingnya sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur pertanian. Keterlibatan petani dalam proses pengerjaan diharapkan menumbuhkan kepedulian bersama untuk menjaga saluran irigasi agar tidak kembali mengalami pendangkalan.

BACA JUGA:

PDI Perjuangan Jatim dan Kabupaten Malang Gelar Bakti Sosial “Pertalian Cinta”, Salurkan 1.000 Paket Sembako

 

Dengan normalisasi tersebut, para petani Watugede dan Tamanharjo diharapkan memperoleh pasokan air yang lebih memadai untuk mendukung keberlangsungan usaha tani dan menjaga produktivitas pertanian di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Editor : David

Tinggalkan Balasan