WORKSHOP LITERASI–NUMERASI SMPN 3 WATES KEDIRI: GAS POL SAMBUT TAHUN AJARAN BARU

0

 

KEDIRI, LENBARI.COM ||Menyambut tahun ajaran baru, SMPN 3 Wates Kabupaten Kediri tancap gas mematangkan strategi pembelajaran. Tak sekadar urusan administrasi, sekolah ini fokus memperkuat kompetensi guru, mengevaluasi program, hingga membangun komitmen kolektif demi menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas.

BACA JUGA:

TNI Turun ke Rakyat! HUT ke-81 Disambut Antusias di Singosari dengan UMKM, Bazar Murah, dan Pengobatan Gratis

 

Langkah konkret itu diwujudkan melalui Workshop Implementasi Penguatan Literasi dan Numerasi yang diikuti seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

Kegiatan ini menjadi momen krusial untuk menyatukan persepsi, menguliti capaian program sebelumnya, sekaligus merumuskan strategi baru yang lebih tajam dan adaptif.

Workshop menghadirkan Dodik, M.Pd. bersama Kepala SMPN 3 Wates, Widyanti Nugraheni, M.Pd. sebagai pemateri utama. Dalam arahannya, Widyanti menegaskan bahwa persiapan tahun ajaran baru tidak boleh setengah-setengah.

“Tahun ajaran baru harus disambut dengan kesiapan penuh dan semangat baru. Yang kita bangun bukan sekadar administrasi, tapi pembelajaran yang benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik,” tegasnya, Senin (21/9/2026).

Ia menekankan, keberhasilan program sekolah tidak bisa dibebankan pada satu pihak. Kolaborasi menjadi kunci.

“Kita dorong budaya kerja kolaboratif. Guru harus saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan berani melakukan refleksi,” ujarnya.

Sorotan utama dalam workshop ini adalah penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi utama pembelajaran. Widyanti menegaskan, dua kompetensi dasar ini tidak boleh hanya berhenti di ruang kelas.

“Literasi dan numerasi harus menjadi budaya sekolah. Harus hidup di kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler,” jelasnya.

Tak hanya itu, para guru juga diajak menyusun perangkat ajar berbasis hasil evaluasi nyata di lapangan. Tujuannya jelas: perangkat pembelajaran tidak lagi sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi alat untuk merancang pembelajaran yang relevan dan berdampak.

Widyanti juga mendorong para pendidik untuk keluar dari zona nyaman dan terus berinovasi.

“Jangan berhenti di rutinitas. Kita harus terus belajar, berani mencoba hal baru, dan memperbaiki yang belum optimal,” tandasnya.

Workshop berlangsung dinamis dan penuh semangat. Diskusi terbuka, pertukaran gagasan, hingga perumusan strategi menjadi warna utama kegiatan tersebut.

Melalui workshop ini, SMPN 3 Wates Kabupaten Kediri menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan tahun ajaran baru. Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, sekolah ini optimistis mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, berkualitas, dan berpihak pada peserta didik.

BACA JUGA:

Operasi Nila Jaya 2026, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Obat Keras Daftar G di Tamansari

( Andri)

 

Tinggalkan Balasan