KKP DORONG BUDIDAYA PERIKANAN DI DESA TURIREJO LAWANG, KADES H. ARIF SUKMAWANTO: JADI PELUANG EKONOMI MASYARAKAT

0

 

MALANG LENBARI.COM |Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa terus didorong melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi yang diharapkan mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru.

BACA JUGA:

Yonif 502 Kostrad dan Indian Army Perkuat Kemampuan Prajurit Linud Lewat Latihan Terjun Statik di Grati

 

Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk mengembangkan sektor perikanan budidaya. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi ikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Kepala Desa Turirejo, H. Arif Sukmawanto, menyampaikan bahwa pengembangan sektor perikanan merupakan peluang positif bagi desa dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurutnya, program budidaya perikanan yang mengacu pada kebijakan KKP perlu dimanfaatkan secara optimal agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini menjadi peluang yang baik untuk mengembangkan potensi desa. Harapannya, sektor perikanan dapat tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap H. Arif Sukmawanto.

Program bantuan pemerintah tersebut mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 123 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Budidaya Tematik Bioflok Tahun Anggaran 2026.

Dalam petunjuk teknis tersebut, pemerintah mendorong pengembangan komoditas ikan lele dan nila melalui teknologi bioflok. Program ini diarahkan untuk mendukung swasembada pangan daerah, meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja berbasis komoditas unggulan lokal.

Kembangkan Budidaya dengan Teknologi Modern

Selain program budidaya bioflok, Desa Turirejo juga memiliki pengembangan fasilitas perikanan berupa kolam beton dengan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS).

Teknologi RAS merupakan sistem budidaya yang memungkinkan air kolam diolah melalui proses penyaringan dan digunakan kembali. Dengan pengelolaan yang tepat, sistem ini dapat membantu menjaga kualitas air serta meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam kegiatan budidaya.

Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sektor perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

H. Arif Sukmawanto berharap keberadaan sarana budidaya ikan nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal, sekaligus melibatkan masyarakat dalam proses produksi hingga pemasaran hasil panen.

Harus Memberikan Manfaat Nyata

Keberhasilan program perikanan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya kolam dan peralatan, tetapi juga membutuhkan pengelolaan profesional, pendampingan teknis, ketersediaan benih dan pakan, serta kepastian pemasaran hasil produksi.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok pembudidaya, koperasi, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program.

Dengan pengembangan sektor perikanan tersebut, Desa Turirejo diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu wilayah yang produktif dalam bidang budidaya ikan di Kabupaten Malang.

Lebih dari sekadar bantuan pemerintah, program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun kemandirian ekonomi desa.

BACA JUGA:

Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Jadi Rujukan, Perumda Tirta Bening Pati Pelajari Sistem Perpompaan

 

(Editor : David)

Tinggalkan Balasan