Bersih Desa Kedungsalam Meledak! Wayang Kulit Semalam Suntuk Satukan Warga dan Pimpinan Daerah

0

 

MALANG, LENBARI.COM – Tradisi Bersih Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026) malam, tampil luar biasa meriah dan penuh energi kebersamaan. Pagelaran wayang kulit yang dikemas spektakuler menjadi magnet utama, menghadirkan dalang kondang Ki Bayu Aji, bintang tamu Niken Salindri, serta tokoh legendaris Gareng yang sukses menghidupkan suasana hingga dini hari.

BACA- JUGA:

Sinergi TNI–Polri–Kejaksaan Perkuat Kepercayaan Publik, Menuju Indonesia Emas 2045

 

Ribuan warga tumpah ruah, larut dalam alur cerita dan hiburan yang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Tawa, tepuk tangan, hingga sorak kegembiraan menggema, menandai kuatnya ikatan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat desa.

Kehadiran Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama Sekretaris Daerah Dr. Ir. Budiar, M.Si, jajaran perangkat daerah, serta Forkopimcam Donomulyo, semakin menegaskan bahwa tradisi lokal bukan sekadar seremoni, tetapi bagian penting dari pembangunan berbasis budaya. Bahkan, para pimpinan daerah terlihat menikmati jalannya pertunjukan hingga larut malam, menyatu dengan masyarakat tanpa sekat.

Dalam sambutannya, Bupati dan Sekda kompak memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat gotong royong warga Kedungsalam. Mereka menilai, keberhasilan acara ini mencerminkan kekuatan partisipasi masyarakat yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan desa secara berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Donomulyo, Nurmawan Wibowo Leksono, menegaskan bahwa Bersih Desa bukan hanya tradisi tahunan, melainkan ruang strategis untuk memperkuat solidaritas sosial.

 

“Ini bukan sekadar hiburan, tetapi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus momentum mempererat persatuan. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan dalam menyukseskan program pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ia berharap tradisi Bersih Desa Kedungsalam terus dilestarikan dan dikembangkan, seiring dengan meningkatnya peran aktif masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

BACA JUGA :

Wakil Bupati Malang Jadi Dewan Juri Kehormatan Grand Final Duta GenRe 2026

 

Bersih Desa Kedungsalam tahun ini menjadi bukti nyata bahwa budaya, kebersamaan, dan pembangunan dapat berjalan beriringan—menciptakan harmoni antara tradisi leluhur dan semangat kemajuan zaman.

Editor: David

Tinggalkan Balasan