Warga Kelurahan Tirto Udan Berang, PLN Putus Sepihak

 

Kediri, Lensa Barometer Indonesia.
Warga kelurahan Tirto Udan Mujito (50) Rt 24/Rw 9 merasa geram kepada pihak PLN yang melakukan pemutusan sepihak tanpa ada alasan apapun.

Pihak PLN tanpa prosedural melakukan pencopotan MCB yang ada di alat pengukur meter listrik tanpa adanya pemberitahuan lebih awal atas pencopotan MCB milik PLN yang melekat di rumah pelanggan milik Mujito.

“Saya merasa kecewa dengan apa yang dilakukan PLN dengan tiba tiba tanpa pemberitahuan langsung melakukan pemutusan sepihak. Kesalahan kami apa atas pemutusan ini. Padahal bulan November telah kami bayar,” ungkapnya kesal, Senin (16/12).

Diketahui, rumah pelanggan PLN Mujito merasa kaget atas pemutusan listrik dirumahnya tanpa adanya pemberitahuan dari pihak PLN. Sementara itu diketahui selama ini yang sering mendapatkan peringatan adalah rumah sebelahnya milik Suhartini.

Atas kesalahan ini pihak Mujito tidak terima dan mengadukan hal ini kepada pihak media untuk di beritakan.

Saat kita konfirmasikan kepada pihak UP 3 Kantor PLN yang ada di Jl.Basuki Rahmad 1, kami ditemui Rizal bagian Transaksi Energi Bersama Adithia Pratama Putra yang mewakili kantor UP 3 PLN. Mereka sangat terkejut atas kejadian tersebut dan akan melakukan pengecekan atas kesalahan yang dilakukan oleh pihak Vendor ( Pihak ke tiga) atas diputusnya aliran listrik di rumah Mujito.

“Terima kasih atas kedatangan teman media tentang aduan yang menimpa saudara Mujito atas diputusnya aliran listrik dirumahnya. Kami akan melakukan pengecekan, karena yang berhubungan langsung adalah pihak UPT PLN Ngadiluwih,” terang Adithia bagian humas PLN.

Menurutnya, sesuai dengan SOP nya sebelum melakukan pemutusan langsung pihak Vendor akan melakukan peringatan atas keterlambatan, kesalahan, maupun penggunaan listrik. Hal ini seharusnya dilakukan sebelum melakukan pemutusan.

“Kami minta maaf mungkin kami merasa teledor atas kejadian yang menimpa pelanggan kami Mujito,” ungkapnya minta maaf.

Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak UPT Ngadiluwih untuk segera melakukan pemasangan kembali atas kekeliruan petugas kami dilapangan.

Dilain pihak, Ari Tito Kalisat kepala UPT Ngadiluwih saat dikonfirmasi sudah berada di lapangan dengan tim untuk melakukan pembetulan intalasi listrik.

“Kami meminta maaf akan keteledoran tim kami, dan saat ini listrik sudah kami sambung kembali,” ucapnya melalui telepon selulernya.

Masih menurutnya bahwa, pihak PLN bersama tim meminta maaf atas hal yang membuat pelanggannya kecewa akan kinerjanya.

“Sekali lagi saya mengucapkan mohon maaf, kami juga meminta maaf secara langsung kepada pihak pelanggan. Semoga di lain hari hal seperti ini tidak terulang kembali,”pungkasnya.(Ji/f)