BPBD Kabupaten Malang Tangani Kekeringan di 13 Desa, Distribusi Air Bersih Dilakukan Dua Hari Sekali
MALANG LENBARI.COM – Menghadapi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penanganan terhadap wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, mengatakan kondisi saat ini masuk dalam fase hidrometeorologi kering. Kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga Desember dan berdampak terhadap sejumlah wilayah di Kabupaten Malang.
“Bencana itu ada dua, hidrometeorologi basah saat hujan seperti banjir, dan hidrometeorologi kering yaitu kekeringan. Kebetulan kita sekarang berada di hidrometeorologi kering,” ujar Purwoto pada Rabu ( 7/10/2026)
BACA JUGA:
Perumda Tirta Kanjuruhan Benchmarking ke PJT I, Bidik Tata Kelola dan Kinerja Makin Profesional
Hingga saat ini, terdapat enam kecamatan yang membutuhkan pasokan air bersih, yakni Kalipare, Donomulyo, Gedangan, Pagak, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur. Kondisi tersebut tersebar di sekitar 13 desa.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD tidak hanya mengandalkan armada sendiri. Keterbatasan jumlah tangki membuat BPBD menggandeng sejumlah instansi dan lembaga yang memiliki armada tangki air.
Distribusi air bersih dilakukan secara terjadwal. Saat ini, pasokan ke 13 desa tersebut dilakukan sekitar dua hari sekali dan telah berjalan selama kurang lebih dua bulan.
“Untuk mencukupi permintaan warga, kita bermitra dengan beberapa instansi dan institusi yang punya tangki air. Kita atur dan jadwalkan, sampai saat ini 13 desa itu dua hari sekali terdistribusikan air bersih,” jelasnya.
Selain distribusi air menggunakan tangki, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor dan perluasan layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Perumda Tirta Kanjuruhan.
Menurut Purwoto, sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan ternyata masih memiliki potensi sumber air tanah. Hasil kajian sementara menunjukkan air masih dapat ditemukan pada kedalaman sekitar 80 hingga 100 meter.
BPBD kemudian mengajukan bantuan pembangunan tiga sumur bor kepada BNPB, masing-masing untuk wilayah Kalipare, Gedangan, dan Sumbermanjing Wetan, termasuk di Desa Kedungbanteng.
Upaya serupa juga tengah diproses melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setelah kunjungan Gubernur Jawa Timur ke wilayah Pagak, pemerintah provinsi memberikan arahan agar Desa Pagak dan Desa Sumberjo mendapatkan dukungan pembangunan sumur bor.
Di sisi lain, perluasan jaringan PDAM menjadi salah satu solusi jangka panjang. Sejumlah wilayah selatan Kabupaten Malang saat ini mulai terlayani jaringan Perumda Tirta Kanjuruhan.
Purwoto menyebut berdasarkan informasi dari pihak Perumda Tirta Kanjuruhan, pengembangan jaringan di kawasan selatan ditargetkan terus dilakukan hingga 2027–2028.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD mengerahkan sekitar 12 personel secara bergiliran. Selain itu, bantuan armada tangki juga datang dari sejumlah lembaga, termasuk PMI dan Perum Jasa Tirta (PJT), serta unsur relawan lainnya.
Purwoto memastikan distribusi air bersih hingga saat ini masih dapat dilakukan sesuai jadwal.
Ia juga mengimbau masyarakat yang wilayahnya sudah mendapatkan akses jaringan PDAM agar segera memanfaatkan layanan tersebut dengan melakukan pendaftaran atau amprah sambungan.
BACA JUGA :
Keppres 104/P/2026 Diteken! Prabowo Lantik Menteri dan Wamen Baru Kabinet Merah Putih
“Kalau air sudah sampai di desanya, masyarakat diharapkan segera ikut amprah. Pemerintah sudah memberikan layanan melalui PDAM. Jangan sampai jaringan sudah tersedia, tetapi masyarakat enggan melakukan amprah,” pungkasnya.
Editor : David






