Gotong Royong Lintas Iman Warnai Renovasi GKJW Lawang, Kerukunan Jadi Pesan Utama

0

 

MALANG, LENBARI.COM — Renovasi pembangunan gedung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Lawang di Jalan Wahidin No. 98, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mulai dilaksanakan pada Rabu (7/10/2026) siang.

Kegiatan tersebut diwarnai semangat gotong royong dan kebersamaan lintas iman. Sejumlah unsur Muspika Lawang, Lurah Lawang, tokoh agama, serta perwakilan berbagai lembaga di Kecamatan Lawang turut hadir dan memberikan dukungan terhadap proses renovasi.

Komandan Koramil (Danramil) 0818/27 Lawang, Kapten Cke Kacung, mengapresiasi keterlibatan masyarakat, khususnya para tokoh agama dan berbagai lembaga yang ikut bergotong royong dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Lawang mampu menjaga persatuan dan kerukunan di tengah perbedaan keyakinan.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Kecamatan Lawang, khususnya para tokoh agama dan lembaga yang ikut membantu. Ini merupakan bentuk gotong royong, saling bersatu dan bersinergi dalam menjaga kerukunan beragama,” ujar Kapten Cke Kacung.

BACA JUGA:

Keppres 104/P/2026 Diteken! Prabowo Lantik Menteri dan Wamen Baru Kabinet Merah Putih

 

Ketua GKJW Lawang, Sevi Iniasari, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian, kepedulian, serta dukungan dari berbagai pihak, terutama rekan-rekan lintas iman.

“Ini merupakan wujud bahwa kita ini bersaudara. Kita semua adalah umat manusia,” ungkapnya.

Sevi berharap semangat gotong royong dan kebersamaan tersebut dapat terus dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, perbedaan agama dan latar belakang bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis.

“Harapannya, kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus kita semarakkan untuk menunjukkan bahwa kita hidup harmonis meskipun berbeda. Perbedaan agama dan latar belakang tidak menjadi alasan bagi kita untuk terpecah, tetapi justru melalui kegiatan seperti ini kita bisa menunjukkan bahwa kita bersaudara,” katanya.

Sementara itu, Catur Arifianto, Ketua Pelaksana Rehab Bangunan GKJW Lawang, menjelaskan bahwa renovasi dilakukan dengan tetap mempertahankan bentuk asli bangunan.

Pekerjaan renovasi mencakup bagian atas hingga bawah bangunan dan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

“Intinya, bangunan direhab tanpa mengubah bentuk aslinya,” jelas Catur.

Ia menambahkan, bangunan GKJW Lawang memiliki nilai sejarah. Berdasarkan keterangan pengurus, bangunan tersebut merupakan peninggalan era Belanda dan telah diserahkan kepada Gereja Kristen Jawi Wetan pada tahun 1933.

Karena itu, proses renovasi dilakukan secara hati-hati agar fungsi bangunan dapat diperbaiki tanpa menghilangkan karakter serta bentuk aslinya.

Catur berharap seluruh proses renovasi berjalan lancar, tepat waktu, dan tidak menemui kendala. Dukungan masyarakat, pemerintah, tokoh agama, serta seluruh pihak yang terlibat dinilai menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Lebih dari sekadar memperbaiki sebuah bangunan, gotong royong dalam renovasi GKJW Lawang menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling membantu, bergandengan tangan, dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

BACA JUGA:

Peringatan HUT ke-81 TNI di Divif 2 Kostrad Berlangsung Khidmat, Pangdivif Hadiri Upacara di Mabes TNI

Editor : David

Tinggalkan Balasan