Para Tokoh Budaya Angkat Bicara Terkait Pemekaran Wilayah dan Kantor Kawedanan di Alih Fungsikan Menjadi Puskesmas

0

 

Lensa Barometer Indonesia Singosari|Paguyuban Budaya Surya Chandra Singhasari menggelar acara dialog budaya dan campursari di (Pujisari) pendopo kawedanan Singosari, yang dihadiri sebagai narasumber dialog yakni Caleg DPR-RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Malang Raya HM Mujiono, KRT Yusuf Tanoko, R. Bagus Sampurno, Suroso (ketua DKKM), dan budayawan Djati Kusumo, Ki Suryo, Anwar dari dinas Kebudayaan dan para budayawan Malang Raya.

BACA JUGA:

Rapat Paripurna Penyampaian Terhadap Pandangan Umum Fraksi atas 2 Raperda Pajak Retribusi Daerah dan Kearsipan

Dalam dialog itu, ada pembahasan menarik terkait wacana pemekaran wilayah Malang Utara dengan memunculkan Singosari kembali dan juga membahas tentang soal pendopo Kawedanan Singosari menjadi puskesmas. Hal itu yang membuat para budayawan dan para tokoh di Malang Raya ikut rasa peduli terkait itu, Rabu (18/5/2023).

R. Bagus Sampurno tokoh Budaya Singosari dalam dialog tersebut membuka dengan menceritakan asal muasal sejarah perjalanan kerajaan Singosari.

BACA JUGA:

Yuk, Nikmati Wisata Siang Malam Terbesar “Paradise of Light” di Malang

“Di Pendopo Kawedana Singosari ini, banyak sekali situs bersejarah dari jaman kerajaan, tak hanya itu Eks Kawedanan Singosari ini juga dulu merupakan tempat berkumpulnya para pejuang asal Malang, yang akan diberangkatkan untuk perang 10 November, hal itu dibuktikan dengan adanya tugu di depan pintu masuk Pendopo,” ungkap Bagus.

Selain itu juga, Caleg DPR-RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Malang Raya H. M Mujiono juga menyikapi wacana pemekaran wilayah Malang utara menjadi kabupaten Malang utara.

BACA JUGA:

Pangdivif 2 Kostrad Dampingi Kasad Dalam Meninjau Jalannya Latihan Pratugas Yonif MR 411 Kostrad

“Marilah bersama-sama bersinergi untuk menjaga kelestarian budaya peninggalan Singhasari menuju terbentuknya kabupaten Malang utara. Mari kita mulai dari Singhasari bangkit dan jangan sampai lupa akan budaya kita sendiri,” ungkap Mujiono.

Selain itu, Mujiono ditanya soal isue terbentuknya kabupaten Malang utara mengatakan bahwa hal itu sudah lama di wacanakan.

“Mari kita mulai dari Singhasari bangkit dan jangan sampai lupa akan budaya, Malang utara ini sudah nampak,Adapun cakupan wilayah Malang utara dimulai dari Poncokusumo, Tumpang, Jabung, Pakis, Singosari, Lawang, Karangploso, Dau, Pujon, Ngantang dan Kasembon. itu sudah cukup luas,” jelasnya.

BACA JUGA:

Tahun 2024, Pintu Gerbang Malang Raya, Memiliki Wisata Andalan” Arjuna Garden Flower” 

 

Lebih lanjut Mujiono menambahkan bahwa dirinya akan suport terkait wacana diatas.

“Saya akan suport terkait Malang Utara semua ini adalah untuk pemerataan pembangunan dan masa depan warga Malang Utara sehingga, Malang utara tidak hanya menjadi akses jalur untuk menuju kota batu, Kota Malang serta Kepanjen, namun, ingat disini ada malang utara jadi jangan dihilangkan dimana Singhasari adalah wilayah yang melahirkan raja raja Jawa di Nusantara,” ungkap Mantan ketua DPRD Kutai Timur ini.

Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa tujuan otonomi daerah adalah untuk meningkatkan pelayanan umum dan pemerataan pembangunan dan peningkatkan UMKM.

“Dan sistem otonomi ini bertujuan untuk memberikan respons cepat bagi daerah ketika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Seperti saudara kita yang berada di Kasembon tidak perlu jauh-jauh untuk mengurus administrasi ini kan kasihan, Semoga warga Malang utara bisa mewujudkan hal ini . Dan mohon do’a dan dukungannya,” pungkasnya (Dav)

Tinggalkan Balasan