Panic Button hingga Bank Sampah Jadi Andalan! RT 02 RW 09 Kalirejo Masuk Enam Besar Lomba SAK-RT 2026
LAWANG, LENBARI.COM – Inovasi keamanan melalui aplikasi panic button, bank sampah, hingga kepedulian terhadap kebersihan sungai menjadi bagian dari upaya RT 02 RW 09 Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dalam membangun lingkungan yang tangguh.
Berada di jajaran enam besar Lomba SAK-RT Kabupaten Malang Tahun 2026, lingkungan tersebut menjalani verifikasi lapangan oleh tim juri, Rabu (21/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk mencocokkan kondisi nyata di lapangan dengan video profil yang sebelumnya diunggah melalui media sosial.
BACA JUGA:
Presiden Prabowo Hadiri Persemayaman Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad
Kegiatan ini dihadiri unsur organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang, Muspika Lawang, Lurah Kalirejo Ngadiono, H. Siswanto dari PT Tri Surya Plastik, serta tokoh masyarakat Lawang dan sekitarnya.
Empat juri yang tercantum dalam daftar resmi Lomba SAK-RT Tahun 2026 berasal dari instansi berbeda, yakni Citra Purnamasari, S.I.Kom dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang; Nura Auliva Ahyarini, S.KM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang; Reni Rahmawati, S.E. dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang; serta Purwaningdiah Wijayanti, S.E. dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang.
Keterlibatan lintas instansi tersebut sejalan dengan beragam aspek yang ditinjau, mulai dari keamanan lingkungan, kesehatan masyarakat, pencegahan narkoba, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan ekonomi warga.
Panic Button, Inovasi Keamanan yang Menarik Perhatian
Salah satu titik yang mendapat perhatian dalam kunjungan adalah Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) RT 02 RW 09. Di lokasi ini, tim juri melihat inovasi panic button yang diperkenalkan sebagai sarana untuk memudahkan warga melaporkan kejadian, termasuk kondisi darurat dan dugaan pencurian.
Simulasi penggunaan sistem tersebut menjadi bagian dari peninjauan untuk memperlihatkan kesiapsiagaan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Perwakilan tim penilai berharap inovasi itu dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga berpotensi menjadi percontohan bagi RT lainnya.
“Harapan kita, RT 02 ini bisa menjadi RT yang tangguh, baik dari sisi keamanan, kesehatan, ekonomi, pendidikan, maupun bebas dari narkoba dan peredaran narkotika,” ungkap perwakilan tim penilai dalam wawancara.
Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi salah satu hal penting untuk memperkuat partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.
Bank Sampah Aktif, Kebersihan Sungai Perlu Terus Dijaga
Dari aspek lingkungan hidup, juri Reni Rahmawati, S.E. menilai pengelolaan bank sampah dan kebersihan sungai di wilayah tersebut sudah menunjukkan hal positif. Namun, ia juga menyoroti perlunya pemerataan penataan lingkungan agar kebersihan tidak hanya terjaga di titik tertentu.
“Kalau dari sisi lingkungan, menurut saya cukup bagus. Bank sampahnya juga berjalan dan sungainya bersih. Namun, penataannya masih perlu ditingkatkan karena belum merata ke seluruh wilayah,” ujar Reni.
Ia berharap kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat, terutama dalam menjaga sungai dan mempertahankan keaktifan bank sampah.
“Semoga kebersihan lingkungannya terus ditingkatkan, terutama di sungainya. Bank sampahnya juga semoga tetap aktif,” tambahnya.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak cukup hanya menghadirkan program, tetapi juga membutuhkan konsistensi dan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Dari Posyandu Lansia hingga UMKM, Potensi Warga Ditinjau
Verifikasi lapangan juga mencakup sejumlah kegiatan dan potensi masyarakat lainnya. Berdasarkan susunan acara panitia, tim juri meninjau Posyandu Lansia, bank sampah, simulasi kebakaran, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kegiatan budaya setempat.
Tim juri juga dijadwalkan mendengarkan sambutan dan paparan Ketua RT 02 RW 09, kemudian melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab.
Berbagai kegiatan tersebut menggambarkan upaya warga dalam membangun lingkungan yang tidak hanya mengutamakan keamanan, tetapi juga memperhatikan kesehatan, kebersihan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Lurah Kalirejo Ngadiono bersama warga diharapkan terus mendorong partisipasi masyarakat dan mempertahankan program yang telah berjalan. Pihak setempat juga berharap Kalirejo dapat menembus tiga besar dalam Lomba SAK-RT Kabupaten Malang Tahun 2026.
Meski demikian, hasil akhir tetap menjadi kewenangan tim juri berdasarkan keseluruhan indikator penilaian.
Verifikasi lapangan ini menjadi momentum bagi warga RT 02 RW 09 untuk menunjukkan inovasi sekaligus mengevaluasi hal-hal yang masih perlu dibenahi.
Pada akhirnya, keberhasilan membangun RT tangguh tidak hanya diukur dari hasil perlombaan, tetapi juga dari keberlanjutan program, kepedulian warga, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
BACA JUGA:
Editor : David






