GEBYAR WAYANG KULIT BERSAMA DIDIK GATOT SUBROTO,PERINGATI 70 TAHUN DITERIMANYA WAHYU SUJUD KEROHANIAN SAPTA DARMA

0

Kabupaten Malang Lensa Barometer Indonesia|| Dalam rangka peringatan 70 tahun diterimanya Wahyu Sujud Kerohanian Sapta Darma dan sekaligus  Pemasangan Prasasti Peresmian 6 Sanggar Candi Busana yang dilaksanakan di Sanggar Candi Busana Jl. Indrokilo, Dusun Polaman Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Jawa Timur pada Sabtu (7/1) malam.

BACA JUGA:

Pabrik Eggtray Terbakar, Diduga Akibat Overhead Ruang Tungku

“Kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh keikhlasan serta pengabdian.Semoga, momentum 70 tahun di terimanya Wahyu Sujud Kerohanian ini kelak dapat memberikan manfaat sebagai pelindung juga pendukung kegiatan warga, dalam melaksanakan penghayatan ajaran Kerohanian Sapta Darma di Kabupaten Malang,”tandas Wakil Bupati Malang  Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H, M.H

“Sebagaimana diketahui bersama, tidak dipungkiri bahwasanya Kerohanian Sapta Darma kini telah berkembang dengan pesat di seluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Malang. Adapun keberadaan organisasi kerohanian Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) sendiri, sejauh ini telah berperan sebagai wadah yang bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan para anggotanya. Utamanya dalam melaksanakan penghayatan terhadap ajaran Kerohanian Sapta Darma, guna membantu tuntunan yang Agung”ungkapnya

Seiring dengan misi kebaikan dan kemuliaan yang dijalankan oleh para pengurus juga anggota Persada di Kabupaten Malang tersebut, Wakil Bupati Malang berharap agar keberadaan organisasi ini dapat memberikan peran dalam hal mempererat persatuan dan kesatuan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebab dapat kita ketahui, Kabupaten Malang terdiri dari berbagai berbagai lapisan masyarakat yang memiliki latar belakang agama, suku, adat istiadat juga budaya dan tradisi yang sangat beragam. Sebab dapat kita ketahui, Kabupaten Malang terdiri dari berbagai berbagai lapisan masyarakat yang memiliki latar belakang agama, suku, adat istiadat juga budaya dan tradisi yang sangat beragam,”tuturnya

BACA JUGA:

52 Pejabat Diambil Sumpahnya, Wali Kota Kediri Ingatkan Jaga Integritas

“Maka guna menjaga kerukunan dan keutuhan di tengah perbedaan tersebut, praktis dibutuhkan toleransi yang tinggi dari seluruh pihak. Di mana antara kelompok yang satu dan lainnya, dapat saling menghargai perbedaan yang berdiri di atas keragaman serta memberikan tempat terhadap ruang ekspresi kebudayaan juga adat istiadat yang berpegang teguh pada nilai-nilai tradisi peninggalan nenek moyang. Harapan saya, akan terbentuk pola komunikasi yang toleran serta harmonis di Kabupaten Malang,”kata orang nomor dua di Kabupaten Malang ini.

Didik  berpesan agar para pengurus dan anggota Persatuan Warga Sapta Darma, juga seluruh penganut Penghayat Kepercayaan di Kabupaten Malang agar turut berkontribusi dalam setiap kegiatan perencanaan dan pembangunan di Bumi Kanjuruhan ini. Partisipasi tersebut utamanya dalam hal pelestarian warisan adat, budaya juga tradisi lokal yang menjadi peran dari Penghayat Kepercayaan, dalam hal melestarikan nilai-nilai budaya luhur yang tidak terpisahkan dari Bangsa Indonesia,”tambah Wabub.

Hadir dalam kegiatan Wakil Bupati Malang  Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H, M.H
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Saiful Efendi,Muspika Lawang, Lurah, Ketua dan Keluarga Besar Persatuan Warga Sapta Dharma (Persada) Kabupaten Malang, serta para tokoh agama, tokoh Masyarakat (Dav)

Tinggalkan Balasan