Korlantas Polri Siapkan Berbagai Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Mudik Lebaran 2026
(Poto humas polri)
Jakarta lenbari.com ||Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan sejumlah strategi pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama masa mudik Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Korlantas Polri Aries dalam Rapat Dengar Pendapat terkait kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi mudik Lebaran 2026 di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3).
BACA JUGA :
Pekan Islami XIX 2026, PT ACA Santuni Anak Yatim di Singosari
Dalam pemaparannya, Kabag Ops Korlantas Polri menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur utama untuk mengurai potensi kepadatan arus kendaraan selama periode mudik.
“Rekayasa lalu lintas yang kita lakukan, one way, one way lokal, contraflow, pengalihan arus, delaying system, maupun pelaksanaan ganjil genap yang kita lakukan terutama di lokasi-lokasi wisata,” ujar Kombes Pol Aries.
Selain pengaturan di jalur darat, perhatian khusus juga diberikan pada kawasan penyeberangan, terutama lintasan Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi penghubung utama antara Pulau Jawa dan Pulau Bali.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan Tactical Floor Game (TFG) bersama seluruh Direktur Lalu Lintas dari berbagai wilayah sebagai bagian dari persiapan pengamanan.
“Berkaitan dengan pengaturan pelabuhan Ketapang–Gilimanuk kita sudah melakukan TFG seluruh Dirlantas,” tambahnya.
Dalam skema pengaturan tersebut, akan diterapkan pembatasan waktu tertentu bagi kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Bali maupun sebaliknya. Kendaraan dari arah Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang akan dihentikan pada pukul 17.00 WIB pada 18 Maret 2026. Sementara kendaraan dari arah Gilimanuk menuju Jawa akan ditutup mulai pukul 05.00 WIB.
Selain itu, Korlantas Polri juga telah melakukan simulasi bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta pengelola jalan tol untuk memetakan potensi kepadatan arus mudik maupun arus balik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dinilai dapat membantu mengurangi lonjakan kendaraan pada waktu tertentu.
“Prediksi puncak arus mudik pertama akan terasa pada 16–17 Maret saat adanya kebijakan WFA bagi ASN. Kemudian puncak arus mudik kedua diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026. Sedangkan prediksi puncak arus balik berlangsung pada 20–25 Maret 2026 dan puncak arus balik kedua pada 28–29 Maret 2026. Dengan diberlakukan WFA ini sedikit mengurangi puncak dari pelaksanaan arus mudik,”tandasnya yang dikutip dari humas polri
Selain kebijakan WFA, pembatasan kendaraan sumbu tiga juga dinilai sangat berpengaruh dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalur arteri yang banyak dilalui kendaraan roda dua.
“Tahun kemarin kita memang bisa menurunkan angka fatalitas hingga 31 persen, namun masih jauh dari target zero accident. Dengan adanya pembatasan sumbu tiga sangat berpengaruh dalam mengurangi angka kecelakaan, khususnya di jalur arteri,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan saat arus balik, Korlantas Polri juga menyoroti keberadaan ruas tol baru yang dapat dimanfaatkan secara fungsional, salah satunya Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan.
Menurutnya, ruas tol tersebut diharapkan mampu membantu mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya menumpuk di kawasan Cikampek, khususnya pada titik pertemuan arus kendaraan dari arah Bandung di KM 66.
BACA JUGA :
Presiden Prabowo Kumpulkan Jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang
“Arus balik ada yang baru, Japek Dua Selatan secara fungsional bisa dimanfaatkan dan cukup membantu saat arus balik, di mana kendaraan biasanya bertumpuk di Cikampek dan terjadi perpotongan kendaraan dari Bandung di KM 66,” pungkas Kombes Pol Aries.
Editor : David






